Jumat, 24 Oktober 2014

Dua pendekatan untuk melakukan analisa resiko kesehatan berdasarkan distribusi lemak tubuh

Ada dua pendekatan untuk melakukan analisa resiko kesehatan berdasarkan distribusi lemak tubuh, yaitu:

1. LINGKAR PINGGANG DAN PERBANDINGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN LINGKAR PANGGUL
Suatu metoda yang sederhana namun cukup akurat untuk melakukan analisa. Namun perlu ditekankan bahwa resiko penyakit  yang berhubungan dengan lingkar pinggang adalah bervariasi pada populasi dan kelompok etnik yang berbeda. Sebagai contoh, lemak di sekitar perut pada wanita kulit hitam kurang menunjukan hubungan yang kuat dengan resiko penyakit jantung dan diabetes dibandingkan  dengan wanita kulit putih. Oleh karena itu, diperlukan nilai maksimum (cut-off points) yang lebih spesifik berdasarkan seks dan populasi.

Pengukuran
Pria
Wanita
Lingkar Pinggang
> 94 cm
> 102 cm
> 80 cm
> 88 cm
Perbandingan Lingkar Pinggang/Lingkar Pinggul
0.9
1.0
0.8
0.9
Status
Resiko Meningkat
Resiko Sangat Meningkat
Resiko Meningkat
Resiko Sangat Meningkat

2. BENTUK TUBUH
Cara lain untuk mengetahui distribusi lemak tubuh adalah dengan cara melihat bentuk tubuh. Terdapat 3 macam bentuk tubuh berdasarkan karakteristik  distribusi lemak.

  • Gynoid (Bentuk Peer) 
Lemak disimpan di sekitar pinggul dan bokong Tipe ini cenderung dimiliki wanita. Resiko terhadap penyakit pada tipe gynoid umumnya kecil, kecuali resiko terhadap penyakit arthritis dan varises vena (varicose veins).

  • Apple Shape (Android)
Biasanya terdapat pada pria. dimana lemak tertumpuk di sekitar perut. Resiko kesehatan pada tipe ini lebih tinggi dibandingkan dengan tipe Gynoid, karena sel-sel lemak di sekitar perut lebih siap melepaskan lemaknya ke dalam pembuluh darah dibandingkan dengan sel-sel lemak di tempat lain. Lemak yang masuk ke dalam pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan arteri (hipertensi), diabetes, penyakit gallbladder, stroke, dan jenis kanker tertentu (payudara dan endometrium).
Melihat hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang pria kurus dengan perut gendut lebih beresiko dibandingkan dengan pria yang lebih gemuk dengan perut lebih kecil.

  • resikoOvid (Bentuk Kotak Buah)
Ciri dari tipe ini adalah "besar di seluruh bagian badan". Tipe Ovid umumnya terdapat pada orang-orang yang gemuk secara genetik

Pengukuran
Pria
Wanita
Lingkar Pinggang
> 94 cm
> 102 cm
> 80 cm
> 88 cm
Perbandingan Lingkar Pinggang/Lingkar Pinggul
0.9
1.0
0.8
0.9
Status
Resiko Meningkat
Resiko Sangat Meningkat
Resiko Meningkat
Resiko Sangat Meningkat

Jumat, 06 Juni 2014

Advokasi






Prinsip-prinsip Advokasi

 

Realistis
Advokasi yang berhasil bersandar pada isu dan agenda yang spesilik, jelas, dan terukur (measurable). Karena manusia tidak mungkin melakukan segala hal, maka tersebut harus diseleksi dan dibuat skala prioritas untuk memutuskan pilihan. Pilihlah isu dan agenda yang realistis dan karenanya dapat dicapai (achievable) dalam kurang waktu tertentu (time-bound). Jangan buang energi dan waktu dengan pilihan yang tidak mungkin dicapai. Gagas kemenangan-kemanangan kecil namun konsisten. Sekecil apapun, keberhasilan senantiasa memberi motivasi. Kegagalan yang terus-menerus bisa berujung pada frustasi dan ketidakpercayaan masyarakat.

Sistematis
Advokasi adalah seni, tetapi bukan lukisan abstrak. Advokasi memerlukan perencanaan yang akurat. If we fail to plan, we plan to jail, artinya jika kita gagal merencanakan, maka itu berarti kita sedang merencanakan kegagalan. Kemas informasi semenarik mungkin. Libatkan media secara efektif. Proses advokasi dapat dimulai dengan memilih dan mendefinisikan isu strategis, membangun opini dan mendukungnya dengan fakta, memahami sistem kebijakan publik, membangun koalisi, merancang sasaran dan taktik, memengaruhi pembuat kebijakan, dan memantau serta menilai gerakan atau program yang dilakukan. Satu contoh yang patut di tiru adalah kabupaten Lumajang yang mendapatkan penghargaan dalam bidang inovasi kesehatan 2008 oleh Jawa Pos dalam otonomi daerah. Di Lumajang, hampir setiap gapura, tembok pinggir jalan, gang besar dan gang kecil dari kabupaten sampai ke pelosok dapat dijumpai tulisan GERBANGMAS yang merupakan singkatan dari Gerakan Pembangunan Masyarakat. Tulisan tersebut telah mampu menguhah opini publik masyarakat Lumajang bahwa “Masyarakat Lumajang sehat, maka Lumajang kuat”. Sehingga tak salah jika berbagai kegiatan kesehatan yang berbasiskan masyarakat menjadi hidup dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Di sinilah arti potting kebijakan yang terencana dalam mengubah hajat hidup orang banyak.





Senin, 09 Desember 2013

Konsep Sehat & Sakit Menurut WHO

Sejak dahulu sekitar abad 1 bahwa konsep sehat sakit menurut WHO telah dipergunakan walaupun pengertian masih sangat terbatas dan masih belum menjangkau dari keseluruhan fakta dan kasus yang ada.
Pada saat ini sehat banyak diartikan dalam kadar yang normal atau lazim yang terjadi pada individu dalam arti bahwa individu tersebut tidak merasakan keluhan atau merasa ada suatu kerusakan atau kesakitan pada tubuhnya.
Namun, sebaliknya sakit diartikan suatu keadaan yang tidak normal atau lazim pada diri seseorang yang mengeluh suatu rasa tidak nyaman yang terdapat dalam dirinya, misalnya adanya keluhan pusing yang tidak tertahankan sakitnya, panas, demam, batuk-batuk, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, sehingga pada saat itu dapat disimpulkan bahwa sehat itu bukan dari suatu penyakit.
Jelasnya, pengertian Konsep Sehat sakit menurut WHO adalah sebagai berikut:
Pengertian Sehat menurut WHO yaitu, a state of complete physical mental and social well being and not merely the absence of illness or indemnity. Adapun artinya adalah sesuatu keadaan yang sejahtera menyeluruh baik Jiwa, Raga (fisik dan mental) dan social lainnya serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan saja.
Dan adapun pengertian konsep sakit menurut WHO yakni adalah suatu kondisi dimana kesehatan tubuh lemah. Lengkapnya Sakit adalah keadaan yang disebabkan oleh bermacam-macam keadaan, bisa suatu kelainan, kejadi yang dapat menimbulkan gangguan terhadap susunan jaringan tubuh manusia, dari fungsi jaringan itu sendiri maupun fungsi keseluruhan dari anggota tubuhnya.

Jumat, 08 November 2013

Tips Mencegah Anemia




Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, dan mencegah anemia lebih baik daripada mencoba untuk mengobatinya. 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah anemia dan dampak yang ditimbulkannya.

Mencegah anemia berarti Anda harus memiliki cukup sel darah merah dalam tubuh Anda. Hal ini dapat dilakukan dengan diet yang tepat, cukup tidur dan berolahraga untuk menjaga tubuh Anda tetap sehat dan memproduksi cukup sel darah merah untuk membuat anemia menjauh.

Cara lain untuk menghentikan terjadinya anemia adalah dengan menghindari asupan zat yang akan menyebabkan Anda mengalami anemia. Yang termasuk dalam daftar zat yang perlu Anda hindari agar tidak mengidap anemia adalah alkohol. Penyebab anemia lainnya yang mungkin ingin Anda hindari adalah kafein.
Periksakan diri Anda secara teratur kepada dokter juga akan membantu Anda terhindar dari anemia. Bila Anda mendapati diri Anda sering keluar larut malam atau kurang mendapat asupan zat besi dalam diet Anda, Anda mungkin perlu untuk melakukan tes darah untuk mendiagnosa kemungkinan adanya tanda-tanda anemia sejak dini dan membantu Anda untuk mengatasi hal ini pada tahap awal.
Saat Anda mengalami kecelakaan atau ketika bagian tubuh Anda terpotong dan terjadi pendarahan yang berlebihan, atasi pendarahan pada luka Anda sesegera mungkin. Karena pendarahan yang berlebihan dapat menyebabkan anemia akut. Merawat luka-luka ini dapat membantu mencegah terjadinya hal ini.
Mencegah kekurangan zat besi. Kurangnya asupan zat besi merupakan penyebab utama berkembangnya anemia. Untuk mencegah anemia, mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi sangatlah penting. Asupan zat besi yang tepat (buah-buahan kering, biji-bijian dan kacang-kacangan), folat (sereal, kacang-kacangan dan buah), makanan kaya vitamin C. Berhati-hatilah jangan sampai kelebihan zat besi.
Mencegah anemia selama kehamilan. Hemoglobin menurun selama masa kehamilan dan ada pengurangan sel darah merah. Untuk mencegah anemia pada wanita hamil, mengasup makanan yang kaya zat besi dan vitamin C merupakan keharusan. Makanan ini dapat diperoleh dari daging merah, buah-buahan kering, sayuran hijau seperti brokoli dan bayam.

Sumber : saidaonline


Tips Cara Mencegah Insomnia


Insomnia dapat dicegah, Cara mengatasi insomnia sangat beraneka ragam, tergantung mau tidaknya kita merubah kebiasaan buruk ini. Penyabab insomnia terjadi karena padatnya rutinitas harian yang tidak beraturan sehingga memicu terjadinya stress. Stres ini mempengaruhi kualitas tidur. Sehingga tidur kelewat malam, susah memejamkan mata dan tentunya gelisah.
Berikut ini beberapa cara mencegah insomnia yang saya kutip dari duniafitnes.com.
  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu banyak saat akan tidur.
  • Berolahraga secara teratur. 
  • Membuat lingkungan tidur senyaman mungkin.
  • Kurangi konsumsi yang bersifat stimulan seperti rokok, teh, kopi, dan alkohol. 
  • Makanan ringan rendah karbohidrat dan segelas susu hangat sebelum tidur bisa mempercepat tidur Anda.
  • Mandi air hangat 30 menit sebelum tidur dapat membuat Anda rilex dan cepat tidur. 
  • Berhenti menonton tv atau membaca buku satu jam sebeum tidur.
  • Menjernihkan pikiran sebelum tidur.
Tidur yang berkualitas adalah tidur yang nyenyak dan nyaman sehingga akan berpengaruh positif terhadap kesehatan dan aktivitas pagi hari Anda. Perlu diingat, saat tidur adalah saat dimana tubuh mengembalikan kondisi tubuh dan memperbaiki organ yang terganggu.
Semoga dengan mengikuti tips cara mencegah insomnia diatas dapat membuat hidup Anda jadi berkualitas berkat tidur yang nyaman.