Jumat, 06 Juni 2014

Advokasi






Prinsip-prinsip Advokasi

 

Realistis
Advokasi yang berhasil bersandar pada isu dan agenda yang spesilik, jelas, dan terukur (measurable). Karena manusia tidak mungkin melakukan segala hal, maka tersebut harus diseleksi dan dibuat skala prioritas untuk memutuskan pilihan. Pilihlah isu dan agenda yang realistis dan karenanya dapat dicapai (achievable) dalam kurang waktu tertentu (time-bound). Jangan buang energi dan waktu dengan pilihan yang tidak mungkin dicapai. Gagas kemenangan-kemanangan kecil namun konsisten. Sekecil apapun, keberhasilan senantiasa memberi motivasi. Kegagalan yang terus-menerus bisa berujung pada frustasi dan ketidakpercayaan masyarakat.

Sistematis
Advokasi adalah seni, tetapi bukan lukisan abstrak. Advokasi memerlukan perencanaan yang akurat. If we fail to plan, we plan to jail, artinya jika kita gagal merencanakan, maka itu berarti kita sedang merencanakan kegagalan. Kemas informasi semenarik mungkin. Libatkan media secara efektif. Proses advokasi dapat dimulai dengan memilih dan mendefinisikan isu strategis, membangun opini dan mendukungnya dengan fakta, memahami sistem kebijakan publik, membangun koalisi, merancang sasaran dan taktik, memengaruhi pembuat kebijakan, dan memantau serta menilai gerakan atau program yang dilakukan. Satu contoh yang patut di tiru adalah kabupaten Lumajang yang mendapatkan penghargaan dalam bidang inovasi kesehatan 2008 oleh Jawa Pos dalam otonomi daerah. Di Lumajang, hampir setiap gapura, tembok pinggir jalan, gang besar dan gang kecil dari kabupaten sampai ke pelosok dapat dijumpai tulisan GERBANGMAS yang merupakan singkatan dari Gerakan Pembangunan Masyarakat. Tulisan tersebut telah mampu menguhah opini publik masyarakat Lumajang bahwa “Masyarakat Lumajang sehat, maka Lumajang kuat”. Sehingga tak salah jika berbagai kegiatan kesehatan yang berbasiskan masyarakat menjadi hidup dan menjadi bagian yang tak terpisahkan. Di sinilah arti potting kebijakan yang terencana dalam mengubah hajat hidup orang banyak.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar